SETIAP LANGKAH ADA CERITA DAN SETIAP CERITA ADA JEJAK DAN SETIAP JEJAK MENYIMPAN KENANGAN

Sebagaimana yang diberitakan RAKYATKU.COM  Dua pendaki asal Jakarta dan Nganjuk, Jawa Timur bertekad menaklukkan Gunung Latimojong. ...

DUA PENDAKI ASAL JAKARTA DAN NGAJUK, BERJALAN KAKI DARI MAKASSAR-LATIMOJONG



Sebagaimana yang diberitakan RAKYATKU.COM 


Dua pendaki asal Jakarta dan Nganjuk, Jawa Timur bertekad menaklukkan Gunung Latimojong. Pemuda bernama M Syahrul Ramadhan dan Rohman itu menuju Enrekang dengan berjalan kaki.

Keduanya tiba di Kota Pangkep, Rabu sore (21/2/2018). Mereka jalan kaki dari Makassar sejak 15 Februari 2018.

Perjalanan ini, kata Syahrul, bertujuan memotivasi anak muda jaman now yang serba kecukupan. Bahwa, tanpa uang dan perlengkapan yang super lengkap, pendakian ke gunung idaman dapat dilakukan.

"Ini perjalanan kedua bagi saya, setelah sebelumnya dari Jakarta ke Rinjani. Tujuannya ingin menunjukkan pada anak muda, bahwa dengan keterbatasan dan uang kita juga bisa naik gunung," ujar Syahrul sesaat lalu.



Dijelaskan Syahrul, perjalanan ini merupakan ekspedisi nol rupiah. Tak ada materi disiapkan, hanya perlengkapan seperlunya. Untuk memenuhi kebutuhan makan minum, mereka mengaku biasa memasak di pinggir jalan.

Mereka akan menempuh perjalanan satu bulan dua pekan. Mereka berangkat dari Pantai Losari pada 15 Februari lalu dan diperkirakan tiba di Gunung Latimojong pada 10 Maret. Mereka hanya bisa menempuh perjalanan 20-25 kilometer per hari.

"Sejak tanggal 7 (Februari) di Makassar hingga sampai di sini. Waktu kita tinggal satu bulan untuk finis di Toraja. Bila kuat, kembalinya nanti kita akan kembali jalan kaki," ungkap Syahrul.

Jalan Kaki dari Makassar, Dua Pendaki Ini Ingin Taklukkan Gunung Latimojong

Perjalanan ini, kata Syahrul, telah direncanakan dengan matang. Bahkan ke depan usai menaklukkan Gunung Latimojong, mereka menargetkan akan menaklukkan Gunung Kerinci yang sempat batal sebelumnya.

Rohman menambahkan, ekspedisi ini merupakan perjalanan pertamanya. Ia mengaku, sambutan masyarakat Makassar kepada mereka hingga sampai di Pangkep sangat luar biasa baik.

"Di sini saya menemukan inspirasi bahwa gunung lah yang mempersatukan kita. Tidak ada perbedaan ras dan suku di gunung, tak ada konflik dan pertikaian," ungkap Rohman.

asal berita klik disini

0 komentar: